Egois.”
Tuduhan itu membuatku terdiam. Video bokep Masih tetap larut dalam kesedihannya. Kok malam-malam?”
Sejenak keheningan terdengar dari seberang, membuatku bertanya-tanya. Bukan emosi terhadap Jay, melainkan terhadap dirinya. Jay berpaling, menatap pandanganku. Jadi mereka mulai menyusun rencana. “Bisnis,” Chie mendesah. “Aku merindukan saat-saat ini.”
Kulihat Jay tersenyum dan memejamkan matanya. Si pemburu gadis-gadis perawan. Namun sebuah tepukan di pundakku membuka mataku. Aduh. “Sebelum aku menjadi milik bule. “Ray? Air mata mulai membasahi dadaku yang terbuka. Apalagi di saat-saat seperti ini. Kunikmati setiap bagian kemaluanku yang mendesak masuk. Jay. “Dasar! Tapi bukan Chie. “Ray, masih ingat kamu pernah berkata bahwa kamu hanya mau berhubungan seksual dengan gadis yang bukan perawan,” Chie tertawa kecil.




















