Untuk beberapa saat ia hanya berdiri dan memperhatikan tubuh istriku.Aku rasa, Sherly mulai akan menangis. Teriakanku disambut dengan tamparan keras pada pipi kananku. Bokep Alisnya sedikit mengkerut.Selama sekitar 20 detik, aku tak berani memalingkan wajahku untuk melihat apa yang dikerjakan si Tegap pada istriku. Dalam rajukannya, ia menanyakan kenapa aku berpikiran seperti itu.Aku mengungkapkan bahwa aku melihat jari-jari si Kumis basah pada saat ia menghampiriku sebelum keluar dari ruangan itu. Koper kami dilemparkan dengan kasar ke atas meja di pinggir. Walau aku hanya dapat menangkap sepenggal kalimat (may pass), namun aku yakin bahwa ia menyuruh kami mengenakan kembali pakaian kami dan memperbolehkan kami untuk melanjutkan perjalanan kami.Awalnya aku tak mempercayai pendengaranku (dan tafsiranku terhadap kata-katanya).




















