Aku menatap lapisan awan hitam itu sejenak. Bokep Ia memberikan foto kopi KTP dan kartu keluarga kepada ayahku. Tiba-tiba saja Mbak Marissa menarik kepalaku dan membenamkan dadanya ke wajahku.Dibantunya mulutku menemukan puting merah muda itu. Kan hujan dan gelap?” tanya Mbak Marisa.“Nggak. Suaranya empuk dan meneduhkan.“Ya, rumah ini dulu rumah Pakde saya. Aku menginginkannya, lebih dari yang kau impikan”. Ia melepas tank-top dan melepas kaosku. Pintu terobosan itu terbuka lagi. Lilinku habis.Dan aku jadi ketakutan mendengarkan suara hujan dalam gelap,” kata Mbak Marissa. Itu mungkin karena ayah dan ibuku tidak ada di rumah. Kulirik sejenak tanggal lahir Mbak Marissa.Benar, ia berusia 26 tahun. Mendung tipis berarak di langit. Sesekali sang lelaki, suaminya, berada di luar rumah untuk melepas penat. Sebentar lagi pasti hujan. Suaranya empuk dan meneduhkan.“Ya, rumah ini dulu rumah Pakde saya.




















