Si Junior tiba-tiba juga ikut-ikutan ciut. Ah sialan. Bokep Kemudian menyerahkan celana pantai.“Mbak Hawin, pasien menunggu,” katanya.Majalah lagi, ah tidak aku harus bicara padanya. Tetapi eh.., diam-diam ia mencuri pandang ke arah juniorku. Atau mau gunting? Ada cairan putih di celana dalamku.Di kantor, aku masih terbayang-bayang wanita yang di lehernya ada keringat. Aku tidak berpakaian kini. Menantang dengan mata genit sambil mendekati pintu salon.Ia kerja di sana? Atau kesialan, karena ia masih mengangkat tabloid menutupi wajah? Lihat saja ia sudah separuh berlutut mengarah pada Junior. Ke bawah lagi: Turun. Aku duduk di tepi dipan. Pokoknya turun.“Kiri Bang..!”Aku lalu menuju salon. Untung ada tissue yang tercecer, sehingga ada alasan buat Hawin.Ia mengambil tissue itu, sambil mendengar kabar gembira dari wanita yang menunggu telepon.




















