Aku jadi ingat Nita. Nggak berani terus-terang mandang langsung?”Aku berpikir sejenak mencerna maksud pertanyaan Mbak Viona itu. Bokep Dia tersenyum yang diteruskan mencium bibirku dengan lembut. Aku tak berkedip memandangi sepasang toket Mbak Viona yang masih tertutup BH, dan Mbak Viona tidak melanjutkan melepas pakainnya semua sambil tersenyum menggoda padaku.Birahi benar-benar sudah tak bisa kutahan. Kedua tangannya dilingkarkan ke leherku.“Katanya mau mandi?” setelah berkata itu, lagi-lagi hidungku jadi sasaran, dipencet dan ditariknya sehingga terasa agak panas. Faviliun yang ditinggali Mbak Viona kecil tapi nampak lux, didukung lingkungannya yang juga perumahan mewah.“Kok bengong, ayo masuk,” Mbak Viona mencubit lenganku. Sebelum berpisah, aku sempat berjanji untuk main ke rumah Nita lain waktu.Diam-diam aku merasa geli.




















