Tiga jam sudah aku memandangnya dari luar toko, hujan masih turun dengan lebatnya seolah ada lautan di langit sana yang gak pernah habis memuntahkan airnya.Setelah mendapatkan beberapa pakaian, Sava sepertinya sudah puas berbelanja dan membayarkan ke meja kasir. Bokep Aahhh malam yang indah di tengah dinginnya udara hujan. Sigap aku langsung mengusap-ngusap bekas cubitanku.“Eh sayang, tapi aku nanti dikarantina, bisa pulangnya cuma sebulan sekali kalau gak salah. Membiarkan kedua bibir kami saling mengecup dan kedua tubuh kami saling mendekap.“Hhhmmmmmm,” seolah ada yang menuntun kami untuk berpagut lebih dalam, bibir kami mulai saling bergerak-gerak, lidah kami mulai bermain saling membelit.Aku membuka sedikit mataku, Sava masih terpejam, pelukannya semakin erat bahkan jari-jari lentiknya mulai mencengkram pundakku.




















