Sebelum melangkah jauh, saya hadang dan berusaha untuk mengantarnya pulang.“Si Mbak mau pulang.., saya antar ya Mbak, kasihan Monik jalannya pincang”.“tidak usah Tuan, si Mbok..”.“Kenapa Mbak, jangan malu –malu , ini kan sudah malam, kasihan Monik Mbak..”.“Si Mbok ini tidak punya rumah Tuan, si mbok cuma gelandangan”.Saya sempat benggong mendengar jawaban si Mbak ini, akhirnya saya putuskan untuk mengajaknya ke rumah saya walaupun hanya untuk malam ini saja. Bokep Monik kemudian mengangkat roknya dan.. Monik mau pii.. terus terang saja saya penasaran sebelum membobol selaput daranya.“Tuan.. (lugu sekali gadisku ini).. dan juga payudaranya yang lumayan montok. Monik diam saja yaa..”.“Inggiih.. Saya tidak berani melapas CDnya takut dia bangun.Ya..




















