Saya akan melakukan hal yang sama seandainya saya itu dia! Bajingan!!!“Kamu manusia hina, Vi!” Itulah kalimat terakhir yang saya ucapkan setelah itu saya kembali ke ruangan karoake yang gelap. Bokep Saya meremas buah dadanya yang montok dan kenyal. Setelah itu perjalanan lidah saya dilanjutkan ke paha dalamnya, menyusuri pahanya ke lututnya kemudian kembali lagi ke ujung kedua pahanya. Teman saya? Saya menggerakkan jari saya ke daerah klitorisnya dan mencari titik sensitif tersebut. Terlihat lubang kemaluannya yang masih sempit dan basah oleh cairan berwarna bening. Vivi membuka matanya, pandangan matanya terlihat sayu.“Gua sayang Vivi..” setelah itu saya melanjutkan ciuman. Dia mengangkat kepalanya, matanya terlihat berkaca-kaca. “Maafin saya, Gus..” katanya. Customer saya? Saya meremas buah dadanya yang montok dan kenyal. Saya akan melakukan hal yang sama seandainya saya itu dia!




















