“Oke, kalau Inge yang ngajak saya bersedia. Bokep ceeekkk”, komentarku. Aku jadi terenyuh dibuatnya, kubelai rambutnya dan kuusap matanya yang berair lalu kubisiki, “Inge jangan sedih, kan tiap hari kita masih bertemu. Kalau pas adegan yang hot Inge tiba-tiba memegang tanganku, suatu saat kalau adegan panas sebelum tangannya Inge yang beraksi kupegang dulu telapak tangannya erat-erat. “Kalau makan sate kambing apakah Inge suka?” tanyaku. “Terima kasih ya Pak.”
Sore itu aku cepat-cepat pulang dan segera mandi. Dalam mobil aku bilang dengan Inge kalau lagi nggak dinas begini jangan panggil aku Pak, sebab umur kami paling hanya berbeda 7 tahun, aku jadi nggak enak dong. Esok harinya di kantor pagi-pagi saat kupanggil Inge untuk memberikan tugas, ia masuk ke kamarku dengan senyum-senyum manja, setelah kujelaskan tugas-tugas yang harus dikerjakan kutanya kenapa kok senyum-senyum.




















