“Oh iya, kita belum kenalan, Namaku Albert.” Katanya sambil mengulurkan tangannya mengajak berjabatan tangan.“Aku Tiara.” Jawabku sambil tersenyum semanis yang aku bisa.“Tiara pulang nanti naik apa?”.“Oh, aku bawa mobil sendiri. Kalau kamu?”.“Aku naik mobil juga…, Eh, Tiara keberatan nggak kalau kita makan malam bareng setelah ini?”.Wah, orang ini ‘direct’ juga yah? Bokep Padahal orangnya biasa saja, kulitnya rada gelap, rambutnya cepak, wajahnya biasa saja meski ukuran tubuhnya memang cukup besar untuk ukuran orang sini.Tapi cara dia bicara, cara dia tersenyum, cara dia memandang mataku, benar-benar hangat, namun tidak nakal atau kurang ajar. Apalagi ketika jarinya Bertusukkannya ke dalam liang kewanitaanku, dan menari-nari di dalamnya…, Aduuh…, benar-benar tak terperi nikmatnya.Tusukan jari Albert menyentuh tempat yang tepat…, berkali-kali…, Aduhh…, terasa seluruh energiku seperti terhisap ke tempat itu…, terkumpul di situ…, lalu meledak.“Aahhgg Albert…, uhh..”, Aku segera






