Lalu dengan langkah pasti aku melangkah ke tetangga sebelahku, Mbak Nida yang sedang sendirian.Kembali aku mengetuk pintu kamarnya pelan,“Assalamu’alaikum” aku mem-beri salam. Bokep “Eee….nggak..nggak koq Mas, saya sudah bangun nih” kataku berusaha mencegah Mas Arif pergi.“Gangguin tidur kamu nggak ?”
“Ndak…ndak kok, masuk aja” kataku mempersilahkan. Lalu dengan langkah pasti aku melangkah ke tetangga sebelahku, Mbak Nida yang sedang sendirian.Kembali aku mengetuk pintu kamarnya pelan,“Assalamu’alaikum” aku mem-beri salam. “Wa’alaikumussalam” terdengar jawaban Mas Arif dari dalam kamarnya.Lama baru pintu dibuka, dan Mas Arif mempersilahkanku un-tuk masuk. Keluar ! Aku me-nangkap kekecewaan di muka Mbak Nida, meski Mbak Nida berusaha tersenyum setelah “permainan” itu, tapi aku yakin ia tidak puas dengan permainan Mas Arif.Peristiwa “observasi awal” hari kemarin itu membuatku mengambil kesimpulan, ada kemungkinan aku menyetubuhi Mbak Nida dan merasakan nikmat tubuhnya, kalau perlu aku juga akan




















